Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Media sosial, platform digital, dan akses informasi yang semakin cepat memberikan banyak kemudahan dalam berbagai aspek kehidupan. Namun, di balik kemajuan tersebut, muncul tantangan baru yang tidak dapat diabaikan, seperti maraknya penyebaran hoaks, ujaran kebencian, radikalisme digital, serta menurunnya etika dalam berinteraksi di ruang publik. Fenomena ini menunjukkan bahwa kemampuan menggunakan teknologi harus diimbangi dengan pemahaman nilai kebangsaan dan tanggung jawab sebagai warga negara.
Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) memiliki peran penting dalam membentuk karakter warga negara yang cerdas, kritis, dan beretika di era digitalisasi. Melalui Pendidikan Kewarganegaraan, mahasiswa dibekali pemahaman mengenai hak dan kewajiban sebagai warga negara, nilai-nilai Pancasila, demokrasi, serta pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi utama agar generasi muda mampu bersikap bijak dalam menggunakan teknologi digital.
Di era digital, kebebasan berekspresi sering kali disalahartikan sebagai kebebasan tanpa batas. Media sosial menjadi ruang terbuka bagi siapa pun untuk menyampaikan pendapat, namun tidak jarang kebebasan tersebut disalahgunakan sehingga menimbulkan konflik, perpecahan, dan pelanggaran hukum. Pendidikan Kewarganegaraan berperan dalam memberikan pemahaman tentang batasan kebebasan berekspresi yang bertanggung jawab, sesuai dengan norma hukum, etika, dan nilai-nilai Pancasila. Dengan pemahaman tersebut, warga negara diharapkan mampu menyampaikan pendapat secara santun dan menghargai perbedaan.
Selain itu, Pendidikan Kewarganegaraan juga berperan dalam meningkatkan literasi digital masyarakat. Literasi digital tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menggunakan perangkat teknologi, tetapi juga mencakup kemampuan untuk memahami, menganalisis, dan mengevaluasi informasi yang diterima. Melalui pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan yang kontekstual, mahasiswa dapat dibekali kemampuan berpikir kritis dalam menyaring informasi, sehingga tidak mudah terpengaruh oleh berita palsu, provokasi, maupun propaganda yang berpotensi merusak persatuan bangsa.
Tantangan globalisasi yang semakin kuat juga menjadi alasan pentingnya Pendidikan Kewarganegaraan di era digital. Arus budaya dan nilai-nilai asing yang masuk melalui media digital dapat memengaruhi cara berpikir dan perilaku generasi muda. Tanpa pemahaman nilai kebangsaan yang kuat, identitas nasional berisiko mengalami pergeseran. Pendidikan Kewarganegaraan menjadi sarana strategis untuk menanamkan rasa cinta tanah air, nasionalisme, dan komitmen kebangsaan di tengah derasnya pengaruh global.
Urgensi Pendidikan Kewarganegaraan juga terlihat dari meningkatnya kasus intoleransi dan radikalisme yang menyasar generasi muda melalui media digital. Pendidikan Kewarganegaraan berperan sebagai benteng ideologis dengan menanamkan nilai toleransi, kebhinekaan, dan semangat persatuan sesuai dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Dengan pemahaman tersebut, mahasiswa diharapkan mampu menolak paham-paham yang bertentangan dengan nilai Pancasila dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Oleh karena itu, Pendidikan Kewarganegaraan harus terus diperkuat dan disesuaikan dengan perkembangan zaman. Metode pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan perlu dikembangkan secara inovatif dengan memanfaatkan teknologi digital agar lebih relevan dan menarik bagi generasi muda. Dengan pendekatan yang tepat, Pendidikan Kewarganegaraan tidak hanya menjadi mata kuliah formal, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter warga negara yang cerdas secara digital, beretika, dan bertanggung jawab.
Sebagai penutup, Pendidikan Kewarganegaraan memiliki peran strategis dalam menghadapi tantangan era digitalisasi. Penguatan Pendidikan Kewarganegaraan diharapkan mampu menciptakan generasi muda yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga memiliki kesadaran kebangsaan, sikap kritis, dan komitmen kuat terhadap nilai-nilai Pancasila. Dengan demikian, kemajuan teknologi dapat dimanfaatkan secara positif untuk memperkuat persatuan dan membangun masa depan bangsa Indonesia yang lebih baik.
[IMAGE: Pendidikan Kewarganegaraan Modern dalam Membentuk Warga Negara yang Bertanggung Jawab]
0 Komentar